Minggu, 11 Mei 2014

Tentukan Makanan Sesuai Golongan Darah


Tentukan Makanan Sesuai Golongan Darah

Banyak cara yang dilakukan untuk mendapatkan bentuk badan ideal. Salah satunya dengan diet sesuai golongan darah.  

Berbagai jenis diet banyak berkembang pesat. Salah satunya yang populer adalah diet golongan darah. Diet jenis ini mulai populer sejak diterbitkannya buku berjudul Eat Right for Your Type, ditulis seorang naturopath, Peter D'Adamo dan dirilis pada tahun 1996.

Seperti namanya, diet ini menggunakan teknik penyesuaian bahan makanan dengan golongan darah. Pola pengaturan makan yang dipercaya berpengaruh pada kebugaran dan menjaga keseimbangan berat badan.

Golongan Darah A 
Bagi Anda yang memiliki golongan darah A, sangat dianjurkan mengonsumsi bayam, brokoli, wortel dan jamur, kacang tanah dan buah-buahan seperti blueberry, jeruk limau, pisang, dan mangga. Sayangnya, pemilik golongan darah A dianjurkan untuk menghindari makan cumi-cumi, udang, kepiting, serta lobster. Golongan darah A juga disarankan tidak mengonsumsi minuman bersoda, susu sapi, dan santan.

Golongan Darah B 
Bagi Anda yang memiliki golongan darah B, Anda dianjurkan memakan keju, bisa dilengkapi dengan buah-buahan seperti jeruk, melon, dan mangga. Golongan darah B, sebaiknya menghindari makanan seperti daging ayam, bebek, tomat, jagung, pare, kelapa/santan. Untuk buah sebaiknya menghindari alpukat, kesemek, belimbing, pir, dan sebaiknya juga menghindari air soda.

Golongan Darah AB 
Pemilik golongan darah AB bisa berlega hati karena masih dapat menikmati hampir semua jenis sayur mayur. Golongan darah AB juga dianjurkan mengonsumsi protein hewani yang berasal dari kalkun, kelinci, dan domba. Serta mengonsumsi buah-buahan seperti anggur, kiwi, lemon, nanas, semangka, dan plum. Namun yang perlu diperhatikan adalah, golongan darah AB dianjurkan menghindari daging sapi, ayam, dan babi. Tidak boleh juga memakan sayuran seperti jagung, jamur, paprika, acar, dan lobak. Untuk buah-buahan usahakan tidak mengonsumsi mangga, pisang, alpukat, kelapa, dan belimbing.

Golongan Darah O 
Terakhir, bagi Anda yang memiliki jenis golongan darah O, sangat baik bila mengonsumsi sayuran seperti brokoli, dan selada. Didampingi dengan protein hewani dari daging sapi. Golongan darah O juga dianjurkan mengonsumsi buah ceri dan blueberry. Sebaiknya, Anda menghindari kerang, mentimun, kembang kol, telur puyuh, es krim, keju, susu sapi, yoghurt, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, jamur, blewah, jeruk mandarin, dan pisang raja.

Jadi, tertarik untuk membuktikan keampuhan diet berdasarkan golongan darah ini?
Read More

Tips Mengendalikan Rasa Lapar

 

Tips Mengendalikan Rasa Lapar

Bagi sebagian orang mengendalikan nafsu makan merupakan hal yang sulit dilakukan. Buat Anda yang ingin melakukannya, berikut beberapa tipsnya. 

Mungkin Anda pernah mengalami saat perut sudah kenyang, tapi mulut tidak bisa berhenti mengunyah. Kebiasaan ini dapat menggagalkan program diet dan menjadi penyebab obesitas. 

Nafsu makan yang tidak terkendali sebenarnya bisa diredam dengan cara-cara yang sederhana. Bila Anda salah satu orang yang punya nafsu makan berlebih, berikut beberapa tips untuk mengendalikannya seperti yangdiutarakan ahli kebugaran Jillian Michaels di situs pribadinya www.jillianmichaels.com

Jangan lewatkan waktu makan 
Jangan lewatkan jadwal makan sehari tiga kali, yaitu pagi, siang, dan malam. Ditambah satu kali makanan ringan atau ngemil. Upayakan jarak makan Anda sepanjang hari tidak lebih dari empat jam tanpa makanan. Hal itu akan tetap menjaga gula darah dan hormon Anda dalam keadaan stabil. 

Banyak minum air
Ketika Anda merasa merasa lapar sebelum waktunya makan utama, minumlah segelas besar air. Ini akan membantu Anda mengatasi keinginan mengemil. 

Konsumsi buah 
Sebaiknya konsumsi satu buah apel atau jeruk sebelum Anda makan besar. Serat yang terkandung dalam buah akan mengganjal perut Anda supaya tidak makan berlebih. Rasa manis dari buah juga dapat mengendalikan nafsu makan. 

Tidur cukup 
Hormon leptin dan ghrelin mengatur nafsu makan seseorang. Keduanya dipengaruhi langsung oleh lama waktu tidur Anda setiap hari. Hormon-hormon itu semacam sistem cek keseimbangan untuk mengontrol rasa lapar dan kenyang. Dengan memenuhi delapan jam tidur tiap malam, Anda dapat menekan nafsu makan. 

Makan makanan yang Anda sukai 
Ketika hidangan tersaji di meja makan, alangkah baiknya menyantap makanan yang paling Anda sukai, karena hal itu mampu mengendalikan rasa lapar. Rasa puas yang Anda peroleh ketika menikmati makanan yang Anda sukai membuat Anda tidak tergoda untuk mencoba makanan lain atau makan berlebih. 

Lapar atau emosional belaka? 
Ketika Anda merasa lapar sebelum masuk waktu makan utama, coba periksa waktu makan terakhir Anda. Jika kurang dari tiga sampai empat jam waktu makan, perut Anda tidak keroncongan dan Anda tidak lemah atau merasa lelah, kemungkinan besar itu perasaan tidak puas secara emosional saja atau sekadar pelampiasan stres, bukan rasa lapar sebenarnya. 

Anda bisa menurunkan berat badan, meskipun makan lebih banyak daripada jumlah asupan kalori yang dibutuhkan. Kuncinya adalah berolahraga. Olahraga akan membantu Anda membakar kalori berlebihan dalam tubuh. Nah, selamat mencoba!
Read More

Mengenal dan Mengatasi Fobia Pada Anak

 

Mengenal dan Mengatasi Fobia Pada Anak

Oleh Rosdiana Setyaningrum
Psikolog

Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa bisa terkena fobia. Apa saja jenis-jenis fobia dan bagaimana mengatasinya?

Anak-anak sering merasa takut, entah pada hal yang memang menakutkan atau yang kita anggap wajar untuk ditakuti hingga pada hal-hal yang rasanya tidak wajar.

Misalnya saja, anak sering takut terhadap badut atau suara petir. Mereka begitu takut, sampai tidak berani datang ke acara ulang tahun teman atau melihat ke luar saat hujan dan petir.

Mengapa Anak Merasa Takut?

Bila kita melihat tahapan perkembangan kognitif anak, menurut pakar psikologi asal Swiss, Jean Piaget, anak pada usia 2-7 tahun berada pada tahapan Pra Operasional. Pada tahapan ini, walaupun mereka sudah dapat membayangkan obyek tanpa contoh (misalnya mereka berkata ingin es krim walaupun tidak sedang melihat gambar es krim), cara berpikir mereka masihlah amat sederhana.

Mereka tidak dapat membedakan mana yang khayalan dan mana yang kenyataan. Jadi seandainya mereka takut badut, itu karena mereka tidak dapat membayangkan yang di dalam badut itu sebenarnya orang biasa. Mereka melihat badut apa adanya, yaitu mahluk besar dengan gerakan kaku. Oleh karena itu mereka merasa tidak nyaman tiap kali ada badut didekatnya.

Apa Bedanya Takut dengan Fobia?

Fobia adalah ketakutan yang luar biasa terhadap sesuatu. Bisa saja orang, benda atau kejadian. Misalnya si badut tadi, anak yang takut badut akan tetap mau melewati si badut untuk pergi ke bagian lain ruangan, asal tidak terlalu dekat. Ada juga yang mau mendekat asal ada yang menemani.

Bila anak mengalami fobia, maka ia akan benar-benar merasakan takut yang luar biasa terhadap si badut. Bisa saja dari jarak jauh ia sudah menghindar, menangis, dan bahkan berteriak ketakutan walaupun ditemani.

Pada usia ini, memang masih agak sulit ditentukan, apakah seorang anak mengalami fobia atau ketakutan yang sesuai dengan usianya. Namun, memasuki usia sekolah dasar (usia 7-12 tahun), fobia akan lebih mudah dikenali. Pada usia ini, menurut Piaget, anak akan masuk pada tahapan konkrit operasional.

Artinya, anak sudah mengerti mana yang khayalan dan mana yang bukan. Ia seharusnya sudah tahu, di dalam badut ada orang yang memakai pakaian dan topeng.

Jadi seharusnya ia tidak terlalu ketakutan melihat badut. Mungkin saja ia masih merasa tidak nyaman, tapi ia tidak akan terlalu menghindari atau menangis berteriak ketakutan.

Berbagai Jenis Fobia Pada Anak

Ada berbagai macam fobia yang terjadi pada anak. Namun yang sering terjadi adalah sebagai berikut:

Social Phobia, yaitu rasa takut atau malu yang amat sangat saat seseorang berada di antara orang-orang lain, terutama yang tidak ia kenal.

Anak dengan social phobia, biasanya tidak mau ke tempat umum, seperti mal. Mereka bahkan bisa tidak mau berbicara pada guru saat ia ingin ke toilet, karena ia tidak mau maju ke depan kelas untuk minta izin.

Kadang orang berpikir, anak yang terkena social phobia memiliki sifat pemalu. Tapi sebenarnya, anak dengan social phobia bisa saja punya teman dekat, tapi mereka tidak berani berada di depan orang banyak.

Agoraphobia, yaitu ketakutan berada di antara kerumunan orang. Jadi saat berada di antara orang-orang, baik yang dikenal maupun tidak, ia bisa mengalami panic attack atau serangan panik. Napas tersengal, bahkan yang terburuk sampai pingsan.

Claustrophobia, adalah ketakutan berada di tempat kecil, seperti di lift, terowongan atau pesawat terbang.

Arachnophobia, yaitu takut pada laba-laba. Memang banyak orang takut pada laba-laba, mungkin karena menonton film atau geli melihatnya. Tapi anak yang menderita arachnophobia mempunyai rasa ketakutan yang luar biasa terhadap laba-laba, tanpa alasan jelas.

Penyebab Fobia

Fobia biasanya muncul ketika seseorang pernah mengalami kejadian yang menakutkan. Ada bagian dari otak kita yang bernama amygdala atau otak emosi. Bagian otak ini biasanya mengingat hal-hal yang mengerikan atau amat menyedihkan. Biasanya saat hal-hal yang terekam pada amygdala muncul, reaksi kita menjadi amat berlebihan.

Terkena fobia bukanlah tanda bahwa anak-anak kita kurang dewasa atau kurang kuat kepribadiannya. Sebenarnya ini adalah reaksi otak untuk melindungi kita agar tidak berada dalam situasi yang berbahaya atau menyedihkan. Hanya saja, dalam hal ini otak bekerja secara berlebihan.

Bagaimana Mengatasi Fobia Pada Anak?

Fobia harus diatasi bila anak sudah mengalaminya selama lebih dari 6 bulan, fobia semakin terasa "dalam" dan anak terus-menerus menghindari penyebab fobia. Terutama saat fobia mengganggu kegiatan mereka dan anak merasa ketakutannya tidak beralasan.

Anak belum dapat mengatasi sendiri rasa takut yang berlebihan ini. Ia membutuhkan bantuan dari orang tua, guru, dan bahkan mungkin juga psikolog.

Orang tua dan guru dapat membantu anak memahami ketakutannya secara perlahan. Cari tahu mengenai apa yang ia takuti dan berilah pengertian mengapa ia seharusnya tidak takut.

Pelan-pelan, ajak ia untuk menghadapi apa yang ia takuti tersebut, sambil melatih anak relaksasi. Intinya adalah perlahan dan jangan sampai proses  malah menjadi trauma pada anak.

Bila usaha orang tua dan guru dilihat tidak mendapatkan hasil yang baik, bawalah anak ke psikolog untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Read More

Membentengi Anak di Dunia Maya

http://www.futuready.com/ArticleDetail/Index/Membentengi-Anak-di-Dunia-Maya  

Membentengi Anak di Dunia Maya

Internet bukan lagi hal asing termasuk bagi anak-anak. Tetapi peran orangtua tetap diperlukan untuk membentengi anak saat berselancar di dunia maya. 

Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat internet telah menjadi kebutuhan. Ditambah dengan berbagai kemudahan dan hadirnya gadget yang semakin terjangkau, internet kini makin mudah diakses. 

Tapi, internet bagaikan pisau bermata ganda. Jika tidak dipergunakan dengan benar, hasilnya malah dapat memberikan efek negatif bagi penggunanya. Apalagi kejahatan di dunia maya bisa mengicar siapa saja termasuk anak-anak. 

Orang dewasa mungkin bisa memilah mana yang baik dan buruk untuk dirinya. Tapi bagaimana dengan anak-anak? Mereka mampu menyerap segala informasi yang ia terima tanpa harus menyaringnya terlebih dulu. 

Bagi orangtua yang harus bekerja dan tidak bisa menemani anak sepanjang hari berselancar di dunia maya, berikut beberapa cara untuk melindungi si buah hati dari kejahatan dunia maya: 

Pasang mode family control 
Agar buah hati tidak melihat konten pornografi pasang mode family control pada PC Anda di rumah. Ini membantu mencegah anak mengakses situs-situs porno. Anda juga bisa mencari perangkat lunak yang dapat menggiring anak Anda hanya menuju situs yang bernilai pendidikan dan situs tertentu sesuai umur anak. 

Larang anak memberikan info pribadi 
Maraknya kasus penculikan serta pemerkosaan bermodus kenalan bisa menjadi pertimbangan Anda untuk lebih mengawasi anak. Bagaimana pun, Anda harus memberinya pengertian agar tidak mengumbar info pribadi seperti nomor telepon atau HP, alamat, dan bahkan menemui orang yang hanya ia kenal lewat dunia maya. Perhatikan kebiasaan anak mengakses jejaring sosial, karena sebenarnya beberapa situs tersebut diperuntukkan bagi anak di atas usia 13 tahun. 

Amankan dengan kata sandi 
Amankan komputer di rumah dengan kata sandi, sehingga anak akan meminta izin untuk mengakses internet dan Anda dapat membatasi penggunaannya. Akan lebih baik jika komputer diletakkan di ruangan yang dapat dilihat seluruh anggota keluarga, seperti ruang keluarga misalnya. Hal ini dapat membuat orang dewasa di rumah dapat mengetahui apa yang diakses oleh anak Anda. 

Jadwalkan akses internet anak 
Berikan anak jadwal mengakses internet. Misalnya tiga puluh menit sehabis mengerjakan pekerjaan rumah atau tiga puluh menit sebelum tidur. Karena jika tidak demikian anak dapat menghabiskan waktu berjam-jam menjelajah di dunia maya. 

Periksa panel history 
Secara berkala coba periksa panel history internet yang ada di komputer. Dari situ Anda bisa mengetahui situs-situs apa saja yang pernah ia akses. 

Dengan melakukan langkah di atas, paling tidak Anda sudah dapat membentengi anak dari kejahatan dunia marak yang kerap mengintai anak saat menjelajah internet.
Read More
 
Rêzpêçtor word © 2011 Templates | Abdillah